Selamat Datang di website KSU AMPUH

Mari sama-sama membangun ekonomi kerakyatan berdasarkan Kejujuran dan kemampuan Manajemen Keuangan

Rapat Anggota Tahunan

Rapat Anggota Tahunan selalu dilaksanakan tiap tahun

Rabu, 18 Mei 2016

Gambaran Umum KSU AMPUH

Koperasi Serba Usaha "Amanat Masyarakat Peduli Umat Hindu" didirikan atas prakarsa Lembaga Peduli Umat Hindu yang mana anggotanya sebagaian besar terdiri dari tokoh-tokoh masyarakat yang secara intensif menunjukkan kepeduliannya kepada masyarakat ekonomi lemah, khususnya Umat Hindu. Di mana Umat Hindu di Bali melaksanakan kewajiban ibadah dan tanggungjawab terhadap leluhur cukup besar, untuk mempertahankan tradisi budaya khususnya bagi umat Hindu yang kurang mampu diperlukan uluran tangan dari berbagai pihak, pemerintah, lembaga swadaya masyarakat dan termasuk LPUH (Lembaga Peduli Umat Hindu) yang sekarang telah berbentuk yayasan, yaitu “Yayasan Peduli Umat Hindu” (YPUH), memiliki inisiatif untuk mendirikan koeprasi yang dapat membantu dan memperkuat posisi umat yang kurang mampu menjadi lebih baik, bahkan dapat melaksanakan seluruh kewajibannya terkait dengan tanggungjawabnya dalam mempertahankan tradisi, agama dan kepercayaannya. KSU AMPUH didirikan oleh Dewan Pendiri berjumlah 24 (dua puluh empat) orang pada tanggal 31 Agustus 2010 melalui Rapat Pembentukan Koperasi dengan program utama adalah Simpan Pinjam. KSU AMPUH sejak dirintis tanggal 31 Juli 2010 didukung oleh anggota mencapai 122 (seratus dua puluh dua) orang, dan telah memiliki Badan Hukum Nomor:   67/BH/XXVII.3/V/2010, tanggal: 2 Mei 2010,  dengan akta Notaris Farida Andriani, SH Nomor : 02 tertanggal 10 April 2010,
A. Susunan Organisasi  
Susunan pengurus sebagai berikut:
1. Ketua : Dr. Gede Sandiasa, S.Sos, M.Si
2. Sekretaris: Drs. I Made Madiarsa, MMa
3. Bendahara: Dra. Ni Ketut Adi Mekarsari, MM
Anggota Badan Pengawas:
1. Dra. Ni Nyoman Resmi, MM (Ketua)
2. Saptala Mandala, SH, MH (Anggota)
3. Made Tantra (Anggota)
Jumlah karyawan 6 (enam orang) yaitu;
1. Ni Luh Putu Ary Suryaning, SE (Kasir)
2. Ketut Sujana (bagian kredit)
3. Ni Luh Sumarni  ( Adminitrasi dan Program)
4. Ni Made Juliati (Layanan Anggota)  
5..  Ketut Sumardika (Layanan Anggota)
6.Ni Luh Lia Agustina, SE (Juru Buku)
B.Bidang Administrasi
Penguatan administrasi secara terus menerus diperkuat, termasuk Tanda Daftar Perusahaan, SIUP Perdagangan dan Surat Ijin Simpan Pinjam (SIUSP), telah dimiliki oleh KSU AMPUH. Proses administrasi dalam rangka mendukung kegiatan operasional sudah terus diupayakan secara bertahap untuk menghasilkan laporan keuangan sesuai petunjuk Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi  Kabupaten Buleleng.
  1. Administrasi kami selalu berkoordinasi dengan Disperindagkop Kabupaten Buleleng.
  2. Seluruh kegiatan administrasi, baik administrasi umum dan administrasi keuangan didukung dengan sarana komputer dan program perbankan, sehinggga memungkinkan untuk melaksanakan kegiatan layanan secara cepat dan berkualitas. 
  3. Administrasi Keuangan dan Pembukuan; dilakukan pencatatan secara tertib dan mudah, tertib administrasi dan bukti transaksi. Disamping secara manual KSU AMPUH juga mempergunakan bantuan Program Perbankan dan setiap akhir bulan dilakukan pengeprinan secara lengkap, tapi untuk kas, laporan rugi laba, neraca singkat, neraca harian, mutasi kredit, berita acara keuangan di print setiap hari dicheck atau dicocokkan dengan buku bantu dan laporan keuangan secara manual dan bukti-bukti transaksi. 
  4.  Administrasi Kredit. Proses yang menyangkut kredit, dari permohonan calon debitur yang diterima pegawai bagian kredit. Permohonan di analisa, dibuat keputusan, calon debitur mengisi blanko permohonan, dilakukan penilaian tentang kelayakan penerima pinjaman, baik berkaitan dengan kemampuan bayar, jaminan, kepercayaan dan debitur menanda tangani SPP (Surat Perjanjian Pinjaman), lalu realisasi kredit. Setelah realisasi terus diadakan pengawasan kredit sampai kredit lunas.
  5. Administrasi yang Terkait Kerja Sama. Dalam melancarkan usaha KSU AMPUH melakukan kerjasama dengan lembaga keuangan lain, seperti LPD, Koperasi, Instansi Pemerintah dan Swasta dengan perikatan kerjasama yang saling menguntungkan.
  6. Administrasi  menyangkut Tata Usaha. Dalam rangka menudahkan mengenali dan mengambil kembali arsip, bukti-bukti telah dilakukan dengan filling system, sehingga dapat memperlancar pelayanan dan guna keperluan laporan baik secara manual maupun melalui komputerisasi. 
Demikian gambaran singkat dari KSU AMPUH, semoga apa yang menjadi tujuan kami dalam mendirikan koperasi ini selalu mendapat dukungan dari anggota dan masyarakat secara luas. Kami memiliki tujuan untuk memperluas jangkauan pelayanan dan pengembangan usaha, meningkatkan kemampuan koperasi dalam menjawab tantangan ekonomi di masa mendatang dan dalam rangka membuka lapangan pekerjaan sebagai upaya membantu pemerintah menekan angka pengangguran.

Sosialisasi Layanan Keuangan Digital Bagi Gerakan Koperasi Se-Kabupaten Buleleng





Kegiatan sosialisasi Layanan Keuangan Digital (LKD) yang dilakukan oleh, Bank Indonesia, Bank Mandiri, BRI  bekerjasama Dinas Perindustrian, perdagangan dan Koperasi kabupaten Buleleng, yang diselenggarakan pada hari Selasa, tanggal 17 Mei 2016, di Hotel Grand Surya Seririt, menyebutkan bahwa potensi  keuangan di masyarakat masih sangat tinggi, untuk mendapat layanan jasa keuangan perbankan. Kecenderungan masyarakat tidak menggunakan jasa keuangan perbankan, disebabkan oleh beberapa hal antara lain:
  1. Jarak perbankan dengan domisili penduduk jauh
  2. Produk yang ditawarkan perbankan tidak sesuai dengan harapan masyarakat
  3. Informasi produk perbankan yang tidak dipahami
  4. Pendapatan masyarakat masih rendah, sehingga pendapatannya hanya dapat dipergunakan untuk kebutuhan sehari-hari
  5. Tidak memiliki dokumen dan identitas yang diperlukan untuk mengurus keuangan
  6. Persepsi masyarakat terhadap perbankan belum baik
  7. Pilihan bank hanya pada nasabah besar, sedikit biaya tetapi keuntungan lebih besar

Hal ini disampaikan oleh panitia sosialisasi dari Bank Indonesia , yang menyebutkan   bahwa dengan kerjasama antar perbnakan umum, BI, OJK dan Kementerian Keuangan mengeluarkan strategi nasional keuangan inklusif  (SNKI) Juni 2012, yang bertujuan percepatan pengentasan kemiskinan dan pemerataan pendapatan. Mendorong akses masyarakat dengan layanan keuangan melalui layanan digital kerjasama dengan pihak ke III. Kegiatan  ini dibuka oleh Bupati Buleleng, yang diwakili oleh Bapak Wakil Bupati, Bapak dr. I Nyoman Sutjidra, S.Pog, yang juga menyampaikan kepentingan layanan perbankan sampai pada masyarakat bawah, melalui jasa pihak ke III, dalam hal ini koperasi sangat dimungkinkan dengan Layanan keuangan Digital, hal ini juga sesuai dengan program 12 PAS yang dimiliki oleh Pemerintah kabupaten Buleleng. Koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat harus kokoh, dapat bersaing serta mampu mandiri dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, dengan menerapkan pelayanan prima dan berkualitas pada anggota. Dalam mengikuti sosialisasi ini Koperasi Serba Usaha Amanat Masyarakat Peduli Umat hindu (KSU AMPUH), dalam hal ini mengirim pengurus Dr. Gede Sandiasa, S.Sos, M.Si dan Kasier (Ni Luh Putu Ary Suryaning, SE). Keuntungan yang dapat diperoleh dengan Layanan keuangan digital ini, menurut Gede Sandiasa dari hasil pemahaman sosialisasi ini terdapat beberapa keuntungan antara lain: 1) hemat waktu dan ongkos transfortasi; 2) hemat biaya karena layanan  ini terjangkau oleh masyarakat; 3) aman karena menggunakan PIN yang hanya diketahui oleh yang bersangkutan; 4) mudah, cepat dan nyaman. Kalau ini dapat dilaksanakan di seluruh wilayah sampai ke pelosok-pelosok desa, maka kepentingan masyarakat akan layanan perbankan lebih mudah, masyarakat akan teredukasi dengan baik tentang pentingnya menabung, atau memperoleh layanan perbankan, dan pada akhir pergerakan ekonomi akan lebih cepat dan pencapaian pemerataan pendapat akan cepat terwujud.